| Seminar Nasional Industrial Services (SNIS) 2011 |
|
|
|
| Selasa, 24 Mei 2011 00:17 |
|
Executive Summary Seminar Nasional Industrial Services (SNIS) 2011 Tema: Seminar Nasional Industrial Services atau disingkat SNIS merupakan suatu bentuk kegiatan ilmiah civitas akademika di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kegiatan SNIS meliputi kegiatan : Seminar, Call for paper, Workshop, dan rangkaian kegiatan lainnya seperti kunjungan pabrik (Plant Visit). SNIS merupakan agenda rutin dua tahunan Jurusan Teknik Industri FT.Untirta. Kegiatan SNIS pertama berlangsung 29-30 April 2009 di Gedung Pusdiklat PT. Krakatau Steel-Cilegon. Tahun 2011 Jurusan Teknik Industri FT. Untirta menyelenggarakan SNIS ke-2 yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 Mei 2011, bertempat di Hotel Permata Krakatau, Cilegon - Banten. Sesuai dengan visi Jurusan Teknik Industri Untirta yaitu Mewujudkan Teknik Industri berbasis Industri Baja Terbaik se-Indonesia pada tahun 2012. Pada SNIS ke-2 diusung tema “Strategi Daya Saing Industri Baja Hulu dan Hilir Melalui Reduksi Biaya, Peningkatan Kualitas, dan Fleksibilitas”. Seminar Nasional ini dihadiri sekitar 300 peserta termasuk 83 pemakalah dari berbagai institusi, baik Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta seluruh Indonesia, Lembaga Penelitian, maupun instansi pemerintahan yang dikelompokkan ke dalam 16 bidang kajian. Pada seminar ini dihadiri 2 Keynote Speech yaitu Prof. Schoenharting-University of Duisburg Essen (UDE)-Germany dan Bpk Ir. Achadiat sebagai staf ahli Kementrian Perindustrian RI. Pada kesempatan ini dilakukan MoU antar Untirta yang ditandatangani langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Rahman Abdullah, M.Sc dan UDE oleh Prof. Schoenharting. MoU ini meliputi diantaranya kerjasama dalam riset dosen baik S2 dan S3 antar kedua universitas. Pembicara Panel terdiri dari Bapak. Ir. Joko Mulyono – PT.Krakatau Steel, Bapak Ir. Eko Rudianto – PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Dr.Ir.Dradjad Irianto –ITB. SNIS ke-2 11-12 Mei menghasilkan rekomendasi strategi kolaborasi sebagai strategi industri baja hulu dan hilir baik supplier, manufaktur, distributor, sampai ke user sehingga bisa mereduksi biaya, peningkatan kualitas dan fleksibilitas. Prof. Schoenharting membahas strategi Business Process Engineering dengan sentuhan IT untuk kolaborasi setiap value chain, sedangkan Bpk Achadiat menjelaskan kebijakan-kebijakan Kementrian Perindustrian terkait peluang untuk mengembangkan industri baja sebagai salah satu cluster utama di Cilegon. Diskusi panel dari Bpk Joko menjelaskan kebijakan revitalisasi dan investasi di PT KS sebagai strategi yang sedang dan akan dijalankan PT. KS. Bpk Eko menjelasakan rahasia sukses Toyota sebagai market leader dengan konsep Toyota Way-nya. Sedangkan Bpk Dradjad menjelaskan strategi kolaborasi sebgai pilihan yang tidak bisa dihindari untuk reduksi biaya, peningkatan kualitas, dan fleksibilitas. Sedangkan workshop penyusunan SAP dan Silabus Ergonomi yang dikoordinir oleh Badan Kerjasama Penyelenggaran Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia (BKSTI) menghasilkan pemetaan matakuliah Ergonomi di setiap perguruan tinggi baik jumlah SKS, penempatan sebagai matakuliah wajib dan pilihan, maupun ruang lingkup dari matakuliah Ergonomi sendiri. SAP dan Silabus matakuliah Ergonomi yang seragam diantara perguruan tinggi seluruh Indonesia diusulkan akan disusun oleh BKSTI sebagai badan kerjasama tertinggi yang mewadahi Jurusan Teknik Industri seluruh Indonesia. Pada workshop ini dipaparkan contoh SAP dan Silabi matakuliah Ergonomi di ITB oleh Dr.Ir. Hardianto Iridiastadi, MSIE, dilanjutkan dengan sharing diantara PTN/PTS seluruh Indonesia. Cilegon, 11 Mei 2011 |


