Liputan Kongres VIII BKSTI, Malang 4-6 Oktober 2017

Puncak perhelatan akbar oleh Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Kongres VIII BKSTI-SNTI & SATELIT sukses digelar pada Kamis malam, 5 Oktober 2017. Kongres VIII BKSTI tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional Teknik Industri (SNTI) dan Seminar Terpadu Keilmuan Teknik Industri (SATELIT) selama 3 hari, 4-6 Oktober 2017, dan mengusung tema Peran Serta Teknik Industri dalam Kolaborasi Industri untuk Menghadapi Era Industry 4.0.

Dihadiri oleh wakil-wakil perguruan tinggi penyelenggara pendidikan tinggi Teknik Industri se-Indonesia, Seminar Nasional kali ini dihadiri oleh total 325 praktisi Teknik Industri yang terdiri dari 193 pemakalah dan 132 peserta. “Saya ucapkan penghargaan setinggi-tingginya bagi para pemakalah yang sudah turut serta dalam memajukan keilmuan teknik industri, sumbangan pemikiran saudara ini akan sangat penting bagi komunitas Teknik Industri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang sangat nyata dan hadirnya Indusri 4.0,” ujar Ketua BKSTI periode 2014-2017, Ir. Tjokorde Made Agung Ari Samadhi MSIR,Ph.D.

Pada kesempatan itu juga diumumkan penerima penghargaan BKSTI untuk Best Paper, Himpunan Mahasiswa, dan Tokoh Teknik Industri. Selaku Ketua Tim Review, Oyong Novareza ST MT PhD, mengumumkan bahwa dari 289 paper yang masuk, hanya 215 yang masuk prosiding dan berhak dipublish online di website BKSTI.

Penghargaan BKSTI untuk Himpunan Mahasiswa Terbaik disampaikan oleh Nasir Widha Setyanto, ST MT., selaku ketua panitia rangkaian kegiatan Kongres VIII BKSTI-SNTI & SATELIT. Tiga universitas berturut-turut peraih penghargaan BKSTI adalah Himpunan Mahasiswa Teknik industri Universitas Indonesia, Universitas Gajahmada, dan Univeritas Diponegoro.

Penghargaan BKSTI untuk Tokoh Teknik Industri diberikan kepada Alm. Prof. Ir. Harsono Taroepratjeka, MSIE, PhD. “Bersama dengan Prof. Anang Zaini Gani dan Ir. Kosasih Soekma, Prof. Harsono ikut mengawali berdirinya keilmuan Teknik Industri di Indonesia yang kini sudah berjumlah lebih dari 100 program studi serupa di berbagai universitas di tanah air,” ujar Ir Ari Samadi berkaca-kaca saat memberikan awards kepada Alm. Prof Harsono yang diwakilkan kepada istrinya.

Pada setiap Kongres tiga tahunan BKSTI akan ditentukan Ketua BKSTI yang baru dan tuan rumah BKSTI-SNTI berikutnya. Kongres VIII BKSTI dihadiri oleh 116 perwakilan Penyelenggara Pendidikan Teknik Industri. Dicakan langsung oleh Ketua Kongres BKSTI 2017, Prof. Dr. Ir. Budisantoso Wirjodirdjo M.Eng, hasil kongres kedelapan ini menerima Laporan Pertanggung Jawaban pengurus periode 2014-2017 dan hasil ketiga Komisi BKSTI (Komisi A – Pendidikan, Komisi B – Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Komisi C – AD/ART).

Disaksikan oleh langsung oleh 8 orang pembina BKSTI dan 7 perwakilan Koordinator Wilayah yang diketuai oleh Prof.Dr.Ir. Abdul Hakim Halim M.Sc., terpilih sebagai Ketua BKSTI periode 2017-2020 adalah Dr Wahyudi Sutopo dari Universitas Sebelas Maret. Di waktu yang sama di Ballroom lantai 2 Amarta Hills Hotel & Resort, dipilih Lokasi Kongres 2020 secara voting. Dipimpin langsung oleh Sekretaris Kongres BKSTI 2017, Dr Oktri Muhammad Firdaus ST MT, terpilih sebagai lokasi Kongres BKSTI 202o adalah Makassar.

“Kita memerlukan organisasi ini untuk memperbaiki kondisi kita bersama, mari kita naikkan demand dan kualitas Teknik industri di Indonesia. Tak lupa kami sampaikan terimakasih juga kepada panitia rangkaian kongres ini karena berhasil membuat kita semua merasakan dinamika Teknik Industri di Tanah Air dengan datangnya lebih dari 110 institusi pendidikan teknik industri di helatan akbar ini,” ujar Ketua BKSTI terpilih, Dr Wahyudi Sutopo. (mic)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *